Kesehatan Fisik , , , , ,

Perbedaan Migrain Kronis Dan Episodik

Perbedaan Migrain Kronis Dan Episodik – Semua orang pasti pernah mengalami yang namanya sakit kepala sebelah atau yang sering disebut dengan migrain. Penyakit ini bisa timbul akibat warisan gen yang mengatur fungsi dari sel otak, saraf, dan pembuluh darah di otak.

Menurut penelitian , wanita memiliki resiko 3 kali lebih besar mengalami migrain dari pada laki laki. Hal ini disebabkan adanya perubahan kadar hormon di dalam tubuh.

Penyakit migrain umumnya memberikan dampak yang berbeda beda pada setiap orang. Yang membedakan hanyalah seberapa sering seseorang mengalami migrain. Jika kalian adalah salah satu orang yang sering mengalami migrain , segera cek kondisi kesehatan kalian ke dokter terdekat.

Tahukah kalian jika tak semua migrain sama ? Ada dua jenis migrain yang sering dialami oleh orang orang saati ini , yaitu migrain kronis dan migrain episodik. Lantas apa saja perbedaan dari kedua jenis migrain ini ?

Perbedaan Karakteristik

Migrain Episodik

Dokter akan mendiagonisis seseorang mengalami migrain eposidik jika orang tersebut mengalami gejala gejala seperti:

  • Paling tidak lima serangan selama hidupnya.
  • Sakit kepala yang menyerang kurang dari 15 hari setiap bulannya.
  • Sakit kepala¬†biasanya berlangsung kurang dari 24 jam.

Hingga saat ini sebenarnya belum ada tes tunggal untuk mendeteksi migrain. Untuk mendiagonisnya , dokter akan menanyakan gejala gejala yang dirasakan dan dialami oleh pasien sebelumnya. Migrain episodik kerap menimbulkan sensasi berdenyut yang mungkin disertai mual, muntah, sensitivitas cahaya, dan sensitivitas suara.

Umumnya yang menyebabkan seseorang terserang migrain episodik adalah stres, menstruasi, dan perubahan cuaca. Namun dokter juga akan mengambil langkah yang tepat untuk judi slot online menyingkirkan kemungkinan dari penyebab lainnya. Semisalnya kalian akan mengalami sakit kepala sebagai efek samping pengobatan atau gejala gangguan mata hingga cedera pada otak.

Migrain Kronis

Jika kalian mengalami migrain lebih dari 4 jam pada sekali serangan dan lebih dari 15 hari per bulan , kemungkinan besar kalian akan didiagnosis mengalami migrain kronis. Seseorang yang mengalami migrain ini tentunya akan sering mengalami migrain dibandingkan seseorang yang mengalami migrain episodik. Tak hanya itu , durasi serangan yang terjadi umumnya lebih lama.

Menurut Current Pain and Headache Reports , seseorang yang mengidap migrain kronis mengalami sakit kepala dengan rata-rata 65,1 jam tanpa adanya pengobatan dan 24,1 jam jika melakukan pengobatan. Sebagai perbandingan , pengidap migrain episodik akan mengalami masalah ini rata-rata 38,8 jam tanpa pengobatan dan 12,8 jam dengan pengobatan.

Tak hanya itu , migrain episodik juga akan meningkat selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun tahun menjadi migrain kronis. Hal ini kemungkinan terjadi karena peradangan menyebabkan pembuluh darah di otak membengkak dan menekan saraf di sekitarnya, sehingga menimbulkan sakit kepala.

Peradangan berulang dapat menimbulkan perkembangan dari migrain episodik menjadi migrain kronis. Hal ini menyebabkan beberapa sel saraf di otak menjadi sensitif dan menimbulkan rasa nyeri. Oleh sebab itu , segera periksakan kondisi kalian sejak dini sebelum terserang kedua penyakit migrain ini.